Menanti Sunyi
Kegelapan menyelimuti hati
Tanda Tanya bergelayut di pelupuk
mata
Sepi meraja di jiwa
Entah,
Kenapa gelap itu menyelimuti ?
Kenapa Tanya itu hadir ?
Kenapa sepi itu merajai ?
Ku ingin sendiri
Dalam pekatnya malam
mencoba menanti
berharap kesunyian
Adakah pekat malam kan
menemaniku ?
Adakah kesunyian kan menjawab
tanyaku ?
Entah,
Ku tak tahu
Hanya satu yang ku tahu
Aku hanya mampu
Menanti sunyi
Karena dalam sunyi
Ada dirimu mengisi hati
Mimpiku
Izinkan aku sebentar saja
Menikmati malam
Dengan dirimu didekatku
Izinkan aku sejenak
Menatap sendu wajahmu
‘tuk mengahapal setiap garis
wajahmu
Izinkan aku sekejap saja
Terlelap dalam cinta semuku
Karena aku tahu
Saat ini…
Aku tak akan mampu memilikimu
Aku tak kan bisa menyentuh hatimu
Aku tak kan sanggup memasuki
Celah yang ada di ruang hatimu
Karena aku tahu
Saat ini…
Dia yang mampu memilikimu
Dia yang bisa menyentuh hatimu
Dia yang sanggup memasuki
Celah yang ada diruang hatimu
Untuk sesaat ini
Kumohon,
Izinkan aku
Sebentar saja
Sekejap saja
Dan hanya sejenak
Merasakan…
Indahnya bermimpi
Akan manisnya cintamu
Kau pergi…
Kau pergi tanpa kata
Kau pergi dengan meninggalkan
sebongkah luka
Kau pergi dengan meninggalkan
setumpuk tanda Tanya
Adakah kau telah memiliki cinta
disana
Adakah cintamu telah habis untukku
Atau…
Aku telah menggoreskan luka
dihatimu
Hingga kau putuskan untuk
meninggalkanku
Kau pergi tanpa kata
Meninggalkankan sebongkah luka
Dan setumpuk tanda Tanya
Adakah kau memikirkanku disana
Adakah kau merindukanku disana
Atau..
Hanya aku yang berharap kau kan
memikirkanku
Berharap kau kan merindukanku
Kau pergi tanpa kata
Meninggalkan sebongkah luka
Dan setumpuk tanda Tanya
Adakah kau akan kembali
Adakah kau kan temani hari-hariku
lagi
Atau…
Adakah aku hanya akan
bertemankan mimpi
Mimpi tentang dirimu yang tak akan
pernah kembali
Disini,
Aku mencoba tetap menanti,
menanti kau kembali
Atau..
Menanti hingga ada seseorang
yang akan membuka hatiku kembali
Setelah kau pergi
Setelah engkau pergi
Maka ku tutup hati ini
Tak akan ada lagi
yang bisa membukanya
karena ia telah terkunci
dan kuncinya telah kau bawa pergi
bersama cintamu
setelah engkau pergi
maka tertutup hati ini
tak ada lagi
yang bisa mengisi ruang sepi
karena ia telah
terkunci mati…
tak ada yang bisa
mengantikan dirimu
tak ada yang bisa
menggantikan cintamu
karena kau adalah
cinta pertama dan terakhirku
Egokah aku
kau hadir ketika aku sendiri
kau datang ketika aku mencoba
membalut luka ini
sendiri
kau semaikan rindu dihatiku yang
gersang
kau sirami aku dengan kasihmu
disaat hatiku
sedang kemarau panjang
tapi betapa terkejutnya aku
ketika kulihat kau menggandeng
tangannya
mesra…
aku tak ingin melihat itu
aku tak ingin kau jadi miliknya
meski ku tahu aku adalah orang
ketiga
aku ingin kau jadi milikku
utuh…
aku ingin kau selalu bersamaku
selamanya..
egoiskah diriku yang mencintaimu
egoiskah aku yang ingin memilikimu
egokah aku yang ingin
membunuhmu
karena tak ingin kau dimiliki oleh
yang lainnya
Kamu
Lelah sudah aku berlari
Mengejar hatimu yang tak pernah
berhenti
Meski hanya sesaat
untuk menoleh padaku
Letih sudah aku menanti
Mengharap dirimu yang tak pernah
Merasakan keberadaan hatiku
Lemah sudah aku berdiri
Menunggu hatimu yang tak pernah
mau
Menyapa hatiku
Hampa sudah rasaku
Habis sudah nyawa cintaku
Hilang sudah rinduku
Berhenti sudah detak asaku
Karena kau yang tak pernah
melihatku
Karena kau tak pernah merasakan
hadirku
Karena kau yang tak pernah
menyapa hatiku
Karena kau yang tak mau mengakui
keberadaanku
Cinta tak pernah salah
Sayangku…
Maafkan aku yang mencintaimu
Meski kutahu kau telah berdua
Namun aku tetap memaksa kau
untuk mencintaiku
Karena hati ini tak mau mengerti
Hati ini terlalu mencintaimu
Sayang …
Maafkan aku yang menginginkanmu
Meski kutahu kau telah menjadi
miliknya
Namun aku tetap memaksa kau
untuk jadi milikku
Karena diri ini tak mau mengerti
Diri ini terlalu mengharapkanmu
Sayang…
Kutahu kau bimbang
Kutahu kau bingung
Kutahu kau ragu
Namun aku tak mampu ucapkan
kata
Untuk hilangkan resahmu
Karena aku terlalu inginkan kamu
Aku inginkanmu
Aku tak mampu mencegah hatiku
yang mencintaimu
Karena kutahu
Cinta tak pernah salah
Meski ia ada ditempat yang salah
Karena kau
Karena kau,
Aku tersenyum…
Aku tertawa…
Aku bahagia…
Karena kau,
Aku menangis…
Aku bersedih…
Aku terluka
Karena kau…
Kurasakan nikmatnya bahagia
Kurasakan sakitnya luka
Kurasakan pedihnya kecewa
Kurasakan pilunya mencinta
Karena kau
Semua karena kau
Kau yang membuatku merasa
Merasakan semua rasa
Meski yang tertinggal hanya
kepedihan
Untuk itu ku ucapkan
“terima kasih”
karena kau telah membuatku
mencintaimu...
Dendang hati
malam ini begitu sunyi
hingga tanpa kusadari aku disini
sendiri...
mencoba bermimpi kau akan
kumiliki
adakah dendang sunyi ini
akan terdengar
sampai keruang hatimu yang dalam
yang tak terjangkau
oleh jeritan dan teriakan hatiku
hatiku yang tersayat oleh pedang-
pedang cinta
cinta yang tak kunjung dapat meraih
dirimu
ataukah ,
diriku yang akan terpendam dalam
nyaring suara-suara sayatan
aku tak mampu menahan hati ini
untuk terus memikirkan dirimu
aku tak mampu menghentikan hati
ini
untuk terus mencintai dirimu
tak mampukah kau diamkan hatiku
ini
tak mampukah kau hentikan hatiku
ini
berhenti menharapkanmu
berhenti memikirkanmu
berhenti bermimpi memilikimu
tubuhku sudah tak mampu lagi
menahan rasa sakit ini
jiwaku sudah tak kuasa lagi
menahan sayatan-sayatan ini
hatiku sudat tak mampu lagi
menahan jeritan kesakitan ini
kemana akan kubawa tubuh yang
terluka ini?
kemanakah akan kubawa jiwa yang
sudah tersayat-sayat ini
kemanakah kutitipkan hati yang tak
kuasa menahan jeritan kesakitan ini
kemana????!!!
kemana kubawa cinta ini?
kemana kubawa asa ini??
kemana harus ku bawa mimpi
tentangmu ini??
kemana ?/
kemanakah,......???!
Alasanku mencintaimu
Diam…
Hanya diam yang kini kulakukan
Aku tak mampu menjawab
Menjawab semua pertanyaanmu
Diam…
Hanya itu yang kini aku perbuat
Karena aku tak mampu bilang
Mengapa aku bisa jatuh cinta
padamu
Hening…
Hanya hening yang ada diantara kita
Saat ini
Senyap…
Hanya senyap yang tertinggal kini
Karena aku sudah tak mampu lagi
berkata
Aku tak mampu lagi bertahan
Aku tak kuasa lagi
Menghadapi tatapan matamu yang
tajam
Baiklah,
Kini aku katakan padamu
Kini aku akan menjawab tanyamu
“Aku mencintaimu karena aku
mencintaimu
Dan itu cukup untuk menjadi
sebuah alasan”
Sumpah !!!
Matanya begitu dalam,
Begitu dalam hingga aku terhanyut
kedalamnya
Wajahnya terlukis dengan indah
Begitu indahnya hingga aku tak
mampu memalingkan wajahku
darinya
Suara begitu berat
Begitu berat hingga aku tak mampu
membuangnya dari ingatanku
Tubuhnya begitu sempurna
Begitu sempurna hingga aku tak
mampu melupakan dirinya
Sungguh…
Kau begitu menawan hingga aku
tertawan oleh cintaku padamu
Sumpah…
kau begitu rupawan hingga aku
terpenjara dalam ingatanku akan
indahnya wajahmu
kelewatan….
Kau benar-benar kelewatan hingga
membuatku terkurung dalam
sangkar kerinduan yang tak mampu
aku sampaikan padamu
Keterlaluan…
Kau begitu keterlaluan hingga
membuatku terperangkap dalam
jurang mimpi yang tak pernah
kunjung menjadi kenyataan
Tak bisakah kau lepaskan aku dari
ketertawanan cinta ini
Tak bisakah kau lepaskan aku dari
penjara khayalan ini
Tak bisakah kau keluarkan aku dari
sangkar kerinduan ini
Tak bisakah kau keluarkan aku dari
jurang mimpi ini
Tak bisakah kau lakukan itu semua..
Tak bisakah kau….
Tak bisakah????
Sumpah!!!
Aku sungguh-sungguh tak sanggup
hidup di dalam sini !!!!
*Aq sayang…*
Seringnya mendengar keluh kesah mu tentang nya yang kau sayang itu.. membuat Q miris.. gemas.. & tak rela..! sebagai yang memberinya nafkah lahir bathin.. kau diperlakukan tak adil.! (di mata Q) tak diperlakukan selayak nya pada posisi mu.! saat kau ingin kan tenang.. ia tak lah sepenuhnya mau memberikan tenang pada mu.. saat kau ingin berangkat ke tempat mencari nafkah pernah tak ada baju layak yang kau temukan.. tuk di kenakan.. hingga kau harus mengenakan kemeja lusuh..! padahal saat nya sakit kau mampu mengalahkan “jadwal” yang semestinya kau penuhi.! kau melunasi apa pun pinta nya..saat kau tak berpunya.. ia menuntut itu..! karena menurut mu itu adalah tanggung jawab mu.. sepenuhnya kewajiban mu..?!! “ membahagiakan nya” kau yang selalu dengan semangat berangkat ke tempat kerja mu.. di pagi hari dengan harus menepatkan jadwal berangkat mu dengan jadwal kereta listrik yang sangat ekonomis.. mengirit biaya perjalanan… masih harus menyambung nya lagi dengan bis kota… tergesa berpeluh demi menghidupi nya… Begitu pula dengan kejadian dan rutinitas sore hari.. tepat pukul 16.00 kau harus berada di atas bis kota yang mengantar mu ke stasiun KRL kembali, tuk ikut pada rangkaian KRL ekonomi Pk; 16.15. bahkan tak jarang sampai di loket tiket kau hanya memandang ekor dari rangkaian KRL itu.. dengan peluh penuh sesal.. kau tumpahkan cerita kesal mu pada q…. walau tak jarang aq lah yang kau suruh menghubungi mu… Aq hanya mampu menenangkan mu demi mendengarkan cerita itu..se mampu q.. karena aq pun tak mungkin mengejar KRL itu untuk mu.. Aq hanya mampu menemani mu saat perjalanan pergi & pulang mu di KRL mau pun di bis kota.. saat hujan atau pun terik… kau tumpahkan apa pun yang ingin kau ceritakan.. cita-2 mu.. pengalaman mu.. diri mu.. bahkan tak jarang kau ingin kan “lebih” dari q… Aq terima semua nya dengan hati lapang.. menerima.. karena aq begitu sayang kamu… tak ingin kamu sedih.. tak ingin kamu susah.. tak ingin kamu luka.. dan memang kamu adalah seseorang yang
saja pernah kita “memperlakukan nya” sebagai seseorang yang sayang pada kita.. dan memberikan segalanya untuk kita… sebagai seorang yang bertanggung jawab.. namun kiranya terabaikan ”rasa” nya oleh kita…. **Aq tak rela kau di perlakukan tak selayaknya diri mu…. yang begitu aq sayang… dinda…
*Asa Cinta*
Q sambut tanganmu dulu… Ketika kita ikrar janji… Q peluk tangan cinta dengan berjuta asa…. Haruskah aku berdalih, liat hati adalah alasan… Untuk Q meninggalkanmu… Semoga Allah memberikan kekuatan untuk Q bertahan. Pada cinta yang Ghaib….
*PUISI JIWA….*
Di lubuk hati terasa kosong, di jiwa ini terasa sepi, walaupun dilangkahku slalu ada bayanganmu… tapi semua hanya Maya…. Ku mau jasadmu hadir disini…. iringi ragaku… agar dapat ku cumbui jiwamu…. dan dunia ku pun jadi lebih berwarna…. Tapi….! kapan impian hati akan datang..? ku hanya berharap dapat melihat bintang…. karna ku takut tak dapat melihat sang fajar…. **Terima kasih telah kau izin kan q tuk memiliki & menyimpan nya….Jiwa….