Snack's 1967

Cinta di hari ini !
www.diansastro.20m.com
Wahai cinta, engkau laksana cahaya
bintang yang melintasi malam
sepiku,
Parasmu bagaikan setangkai
mawar, yang menyejukkan
kesegaran pagi,
Tanpa kehadiranmu mungkin saja
kumbang enggan keluar dari
peraduannya, mentari enggan
bersinar - begitu juga bulan enggan
tersenyum ; karena engkaulah nafas
keharuman ; mata air kehidupan.....
Dikala dirimu tersenyum ,
berhentilah perang , terhapuslah
luka.....karena engkaulah cahaya
ghaib , yang diutus
kedunia....sihirmu membuat tatanan
dunia menjadi terbalik, aturan
menjadi tak berarti, hukum dan
hakikat menjadi semu , ....
Cinta itu sesuatu yang ganjil....
datang secara tiba-tiba ; mengisi
kesunyian jiwa....membuat hati
berbunga ataupun terbakar oleh
panas-teriknya....
Saat dirimu hadir dikedalaman
sanubari....aku tak tahu , kenapa
diriku tak dapat melepaskan
bayangmu dari jiwaku....engkaulah
satu-satunya bayangan semu yang
bersemayam dijiwaku dengan
segala keajaibannya....engkaulah
keindahan yang membuatku -tak
lagi mampu memejamkan mata....
Bagiku,... tanpa memilikimu-pun
aku sudah merasa bahagia....sudah
bahagia kurasakan , bila kudapat
menikmati keindahan sinar mata
hatimu , karena engkaulah sumber
inspirasi yang membuat seonggok
patung marmer menjelma menjadi
seorang pujangga cinta....
Engkaulah titisan dewa-dewi yang
membuat anyaman-anyaman
permadani diistana jiwaku, merdu
suaramu bagaikan alunan kidung
surgawi ; mengalir manja penuh
kelembutan dikedalaman jiwaku.....
Tak kumengerti diriku yang setegar
ini , menjadi lemah tak berdaya
disudut bibirnya , menjadi mati suri
dalam pelukannya ...dirimu laksana
gelombang kejut- yang
menyadarkan seseorang untuk
bangkit dari 'kematian"
panjangnya.....
Aku berucap dalam hati :
.....( Ah , aku rasa ! - aku telah
kehilangan bentuk kewarasanku dan
membenarkan semua itu berjalan,
tanpa aku menyadari bahwa aku
sedang "mabuk" anggur masa
muda....kenapa pula , aku mesti
percaya yang namanya mimpi ?! )
... ( apakah aku telah mabuk oleh
pesona kecantikannya yang
menawan itu?! ...aku tak mengerti
dan tidak tahu apa yang kini
kurasakan , cuma yang pasti...aku
telah jatuh cinta padanya....)
" Wahai senandung
malam !...salahkah bila jiwaku
terbang kedalam jiwanya...lalu
membisikkan sajak-sajak
termanisku untuknya ?!....." " Salah
kah bila insan yang lemah ini,
mencoba mengetuk hatinya lalu
menawarkan cinta yang "beda" dari
cinta lainnya?!"...." Salahkah aku
wahai kaum pencinta , bila diriku
yang papa ini mencintai seorang
putri raja ?!"....." Salahkah aku wahai
peri , bila diriku masuk kedalam
jiwanya , membaca pikirannya , lalu
bernyanyi serta bernafas dalam
tarikan dan hembusan yang
sama ?!" .....
Dewi malam berbisik
kepadaku........."Hanya keajaiban
sajalah, hal gila itu dapat
terwujud !"...." Namun aku merestui
kegilaanmu anak
muda !....Engkaulah Pejuang Cinta
yang paling gila yang pernah kulihat
dan kutemui !....dari kekerdilanmu,
aku bisa melihat kebesaranmu....dari
kemarahanmu, aku bisa melihat
kasih sayangmu...."...Dari
kegelapanmu , aku bisa melihat
cahaya terangmu "....."Engkaulah
sumber penaklukan beragam jenis
cinta yang lahir bersama ketulusan
hati...jurus-jurusmu mematikan
setiap dara yang melirik...yang
membuatnya terbuai dalam alunan
syair merdu serta menerbangkan
jiwanya , kesebuah alam perasaan-
yang tak bertepi dan berdasar..."
"Aku tak jemu-jemu....untuk
membaca dan memikirkan kisah-
kasihmu itu....sesuatu yang
terindah , sebuah wujud keindahan
cinta yang semu namun agung ,
senandung catatan hati itu -begitu
lincah; serta mengalir dikedalam hati
setiap orang yang
membacanya ,walau sekiranya
syair-syair itu harus merangkak
dalam selubung kegelapan !...."
Kemudian aku berkata kepada Sang
Dewi :
" Cinta dihari ini , adalah cinta
khayalku ! ....aku mengharap suatu
hari nanti ada suatu wujud cinta
yang menyapaku dengan
tulus !...dan aku akan menunggu
saat-saat yang indah itu... sebuah
rasa dimana kutumpahkan segala
kerinduanku yang tertahan....kukan
gubah untuknya puisi-puisi dasyat
yang lebih indah dari yang
ada..yang terindah yang pernah
kucipta...kan bisikan dengan lembut
lewat telinganya dikeheningan
malam ...dan ketika ia terjaga dari
tidurnya kukan persembahkan
disisinya setangkai mawar...kukecup
keningnya , kemudian dengan
lembut kukatakan padanya : "Terima
kasih atas cinta yang kau berikan
untukku !...I'll always love you ! "...
Engkaulah Mahadewi yang selama
ini kunanti !"



Kisah disuatu persimpangan jalan
www.diansastro.20m.com
Terlihat seorang dara duduk
terpekur disudut ruang kebisuan,
matanya menerawang jauh...terlihat
tetes demi tetes bulir airmata jatuh
membasahi pipinya yang halus.Tak
terdengar sepatah katapun darinya ,
hanya desis kesedihan serta
keputus-asaan sajalah yang
bergema dari bibir kesunyian itu.
Dari belakang punggung sigadis
seuntai tangan halus menyapa
pundaknya, dalam kegundahan hati
kemudian ia berkata...
" Duhai anakku tercinta....duri
apakah gerangan yang membuat
permata hatiku yang selalu bersinar
penuh ceria, selintas berubah
laksana awan mendung -yang
menutupi indahnya
mentari ?!'...'Katakanlah wahai putri
jiwaku, siapakah wujud yang tega
membuat belahan hatiku ini,
berderaikan airmata kesedihan ?!".....
"Duhai bibi...aku tak tahu apa yang
kini kurasakan....aku telah jatuh hati ,
namun ku tak berdaya karena yang
aku kasihi hanyalah sebuah
bayangan, sebuah bayangan yang
semu namun nyata adanya, Ia-lah
bayangan yang telah membuat
sinar mataku kembali memancarkan
sinar harapan yang telah lama
meredup,"
" Sebuah bayangan yang jauh dari
pandangan mata namun dekat
dihatiku.....aku sendiri masih
bingung didalam memaknai semua
ini , seandainya aku ceritakan
padamu, mungkin engkau akan
mentertawakan dan menganggapku
aneh , karena kesemuanya ini
berangkat dan berawal -dari
ketulusan yang gila dan kegilaan
yang tulus!!"....
Sambil tersenyum dan membelai
rambutnya dengan jari-jari
kebijaksanaan , wanita tua itu
berkata dengan lembutnya,
"Ceritakanlah buah hatiku, aku akan
mendengarnya sekalipun itu cerita
paling aneh dan paling ganjil
sekalipun!"
"Pada suatu redup senja, jiwaku
bertemu dengannya disuatu
persimpangan jalan yang aneh,
sebuah jalan ghaib yang tak sengaja
menuntun dan mempertemukan
langkah kami......jiwaku dan jiwanya
saling berbagi cerita dan bertegur
sapa, ....entahlah bibi, saat itu aku
merasa ia adalah teman langitku,
aku merasakan seolah-olah sisi
ruang dari diriku ada didirinya!"....
"Namun entahlah ...dari suatu
lamunan ke lamunan lainya , jiwaku
seakan menerawang jauh, dan dari
lamunan itu sesekali waktu -dengan
tiba-tiba saja aku mengharap , suatu
saat bayangan itu memang ada
wujudnya, dan memang nyata
adanya....tetapi kemana aku dan dia,
bisa mencari wujud dari masing-
masing diri ?!..."sedang hasrat jiwa
hanya bisa mengharap pasrah,
kepada keajaiban - keajaiban yang
membawa kami dalam suatu
pertemuan yang nyata ?!" .....
'Mungkin saat itu aku tak pernah
menganggapnya dirinya ada ,
karena hal ini memang berangkat
dari sebuah jalinan semu, ia tetaplah
bagaikan sebuah bayangan, sisi lain
dari jiwaku berkata : "aku harus
menggunakan akal sehatku, aku tak
boleh terbuai, ya...tak boleh! "....ia
menghela nafas panjang, kemudian
melanjutkan ceritanya kembali....
"Waktu telah lama berlalu , kucoba
melupakan ddan mengakhiri kisah-
kisah semu itu, lalu mencoba
merajut kehidupan yang lebih
nyata....dan ternyata sang nasib
berkendak lain , serasa tak ingin
mengakhiri segala kisah yang ada,
takdir mempertemukan kami...ajaib
memang !....Alam seakan-akan
memiliki ceritanya
sendiri !...seandainya aku
mengetahui keberadaannya
disana !....mungkin saat itu aku akan
tersenyum padanya, kan kuberikan
padanya seutas senyum- yang
takkan pernah bisa terlupakan
sepanjang hidupnya!"..."Yah,
seandainya saja....dan seandainya
saja aku bisa membalikkan waktu !"
"Duhai bibiku tercinta, di saat hari-
hari dan musim berhiaskan langit
kesedihan serta merintikan airmata
duka, ........"
"Entah bagaimana, Tiba-tiba saja
jiwaku menangis
untuknya,.......dipersimpangan jalan
itu aku kembali teringat padanya, -
aku telah meninggalkannya seorang
diri !"...
"Disaat hewan-hewan kembali
kesarang disaat badai melanda , aku
meninggalkannya seorang diri
dipadang kesedihan itu....Oh, Sang
Pemurah dan Pengasih-betapa
kejamnya aku !...."Dalam
keremangan malam yang dingin ini,
apakah ia masih
bernyawa?....dikeramahan- sudut
tepian langit manakah ia
berteduh?....dimangkuk ajaib
manakah ia mengenyangkan
kesedihannya ?!".
Dengan jemari lentiknya sang dara
menyapu bulir-bulir airmata
kesedihan ,sambil menahan isak
tangis yang dalam ,ia berhenti
sejenak .Tampak dua mata
indahnya berkaca-kaca seakan
menembus batas dinding-dinding
kerinduan.....sesekali ia menutup
wajah cantiknya, kemudian dengan
terbata-bata dan dengan sisa-sisa
kelembutan hatinya - ia mecurahkan
perasaannya kembali .....
" Duhai keego-an diri, apakah ia
masih memikirkan diriku ?...apakah
ia masih mengharapkanku , apakah
ia masih menungguku
dipersimpangan jalan itu, tahukah ia
bahwa aku tak pernah berniat
meninggalkannya ?...apakah ia sudi
menerimaku kembali sebagai
sahabat jiwanya?!"..."Kenapa aku
seakan diam saja wahai kesunyian
malam , kenapa jiwa ini seolah-olah
tidak memperdulikan
keberadaannya, walau sebenarnya
aku peduli?!"...."Apakah sang
sahabat mengetahui ketulusan
hatiku ini ?...Masihkah ada rasa
sayang itu ataukah kebencian yang
ada dibenaknya kini ?!......."Duhai
badai jiwa yang kini
berkecamuk....aku tak berani
membayangkannya !"....
Dalam kegundahan jiwa, sang dara
memeluk bahu bibi tercinta -lalu
menangis sejadinya,....... laksana
anak sungai yang mengalirkan air
kehidupan, tampak tetesan bulir
airmata kasih -mengalir deras dari
kelopak-kelopak jiwanya.
Sambil membelai rambut indahnya
bak mayang terurai., sang bibi
membisikkan kata-kata lembut
untuk menguatkan bathinnya ,
laksana ibunda bumi yang sedang
mendongengkan kebijaksanaan
kepada bunga dan rerumputan, ia
berkata :
"Duhai permata hatiku !...lihatlah
koin emas ini, walau ia merupakan
satu kesatuan- ia tetaplah dua sisi
yang berbeda !"
"Begitulah jalan hidup , tak ada yang
sama....takdir memang
mengharuskan kita memainkan
peranan yang kita harus
mainkan...dan begitulah memang
jalan hidup yang meski dijalaninya !"
"Janganlah bersedih untuknya,
tersenyumlah !...bukankah
kebahagianmu , kebahagiannnya
juga ?!"..."Berdoalah untuknya,
sebagaimaa ia mendoakan kebaikan
padamu !"...
"Berilah doa- doa yang akan
menguatkan keteguhan
hatinya!"..."Itu lebih baik daripada
engkau bermuram
durja !"..."Janganlah menambah
kesedihan untuknya !"...
"Bila kau rindu padanya serukanlah
kerinduanmu kepada burung-
burung yang melintas diangkasa,
dan apabila ia mendengarnya, maka
ia akan rentangkan sayapnya lalu
menjemput jiwamu yang bersedih
diruang kehampaanmu ini,
bukankah ia pernah berkata seperti
itu padamu ?!"
"Duhai buah hatiku, luruhkanlah
segala kedukaanmu......tepiskanlah
segala gundah. Bernyanyilah
untuknya agar ia tabah dan kuat
menapak dijalannya!"..."Tulislah dan
tuangkanlah segala rasa hatimu,
walau ia tak pernah sekalipun
membaca senandung jiwa ini,
kuyakin mata hatinya dapat
memahaminya!"
Sang dara tampak tersenyum
lega...ia mengecup pipi lalu
memeluk bahu sang bibi dengan
sejuta rasa kasih, seandainya bulan
dan bintang melihat ketulusan itu ,
pastilah mereka akan dibuat iri
olehnya, iri atas ketulusan cinta
kasihnya